Catatan Bencana Versi 1900-an di Sulawesi Tengah

Catatan Bencana Versi 1900-an di Sulawesi Tengah

Sumber : DINKES Prof. Sulawesi Tengah

Peristiwa yang terjadi di Palu pada 2018 lalu, mungkin menjadi peristiwa sangat memilukan serta pahit, dan harus dipaksa ditelan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Namun, kejadian bencana tersebut bukanlah pertama kalinya terjadi di Sulawesi Tengah. Di era 1900-an, ada beberapa peristiwa dahsyat yang juga memakan banyak korban. Seperti apa Sobat Disasterizen? Check it out!

Baca juga : JEJAK PERJALANAN SEJARAH LETUSAN GUNUNG SEMERU EDISI 2000-AN

Sejarah Bencana di Sulawesi Tengah

Dalam artikel yang berjudul “Tataan Tektonik dan Sejarah Kegempaan Palu, Sulawesi Tengah” Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG telah membuat catatan mengenai sejarah gempa dahsyat di Sulawesi Tengah dan dimulai dari tahun 1927.

  • 1 Desember 1927

Pada 1 Desember 1927 silam, Palu telah diguncang gempa yang bersumber di teluk. Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan parah di Palu, Biromaru, dan sekitarnya. Gempa ini telah memicu terjadinya tsunami. Daryono mengungkapkan bahwa gelombang tsunami telah mencapai 15 meter, 14 orang meninggal, 50 orang luka, dan kerusakan parah di pelabuhan dan permukiman. 

  • 20 Mei 1938

Lalu, di tanggal 20 Mei 1938 gempa dan tsunami dahsyat kembali terulang. Getaran gempa terasa di hampir seluruh Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan bagian timur. Sedangkan, kawasan di Teluk Prigi juga mengalami kerusakan parah. Sekitar 50% dari rumah yang di kawasan tersebut mengaami kerusakan.

  • 14 Agustus 1968

30 tahun kemudian, tepatnya di tahun 1968 gempa dan tsunami kembali terjadi. Namun kali ini pusat gempa berada di lepas pantai Sulawesi. Dari peristiwa tersebut, sempat terjadi fenomena air surut sepanjang 3 meter dari bibir pantai. Kemudian, tiba-tiba ombak terhempas dan menimbulkan gelombang tsunami. Gelombang tersebut mampu melongsorkan tebing!

Menurut Daryono, ketinggian tsunami pada kala itu mencapai 10 meter dan limpasan ke daratan mencapai 500 meter dari garis pantai.

Nah, Sob! Kita tidak pernah tau kapan dan di mana tsunami akan tiba. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika kita selalu bersiap siaga dalam keadaan apapun dan dimanapun untuk pengurangan risiko bencana. (MA)

Sumber : Media Indonesia

 

 

 

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar